Mengingat apa yang dilalui di sekitar. Seperti seorang teman di lingkungan yang penuh kesenangan tetiba menjadi gundah karena suatu kabar. Seperti di jalan pulang menaiki kendaraan bersama penumpang di sebelah yang tak dikenal, bermula raut wajah yang datar namun dikarena telepon yang menyaut, wajah datarpun menjadi berseri, ternyata diseberang telepon sana terdengar suara anak kecil yang menanyai kabar.
Begitupun terjadi pada berbagai peristiwa, anak muda selengean tanpa ragu membantu penyebrang jalan yang renta yang ragu akan melangkah. Pun ketika di terminal, sang renta berkerut wajah terlihat bimbang tentang pilihan mengangkut berbagai barang, namun seketika sang preman membantunya.
Pun terjadi pada diri, ketika optimis datang, seringkali semua menjadi gusar diakhiran. Atau ketika sedang gusar, malah seketika berubah menjadi menyenangkan. Semua seperti alam. Bencana yang menghancurkan namun di akhiri dengan keindahan, pun sebaliknya. Adalah karena menjaga keseimbangan.
Tenang, kita tak akan tersesat mencari jalan pulang, karena kita tak akan tumbang dengan rintangan. Semua karena cinta yang tak berujung.
